Kota Bogor,  26-27 Januari 2026 — La Rimpu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan melalui kegiatan pemberdayaan yang digelar pada Senin-Selasa (26-27/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai dari berbagai latar belakang instansi dan berlangsung dengan antusias.

Acara tersebut yakni “Training Penyusunan SOP Penanganan Ekstremisme Kekerasan Berbasis Masyarakat, dengan fokus pada penguatan dan pengenalan SOP yang bisa dilakukan oleh perugas garda depan pada narapidana eks terorisme kekerasan. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi tentang bagaimana penyusunan SOP dan mekanisme penerimaan publik pada eks napiter.

Peserta membuat SOP

Direktur La Rimpu, Prof. Atun Wardatun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program hasil kerja sama La Rimpu, Wahid Foundation, Yayasan Inklusif, Pemerintah Kabupaten Bogor yang didanai oleh GCERF. “Walaupun dalam suasana musim hujan seperti saat ini, komitmen kita untuk saling belajar dan bertemu untuk kehidupan yang lebih baik ke depan harus terus diusahakan” ujarnya.

Peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dibekali dengan materi dan pendampingan psikososial. Kegiatan ini difasilitatori oleh Hanifah Haris dari Yayasan Bhakti Bhudi Pertiwi. Petugas garda depan yang terdiri dari berbagai elemen, misalnya dari instansi pemerintah Dinas Tenaga Kerja, Penyuluh di Kementerian Agama, Dinas Sosial, maupun dari Densus 88. Dari instansi Desa mendelegasikan perangkat desa yang berasal dari Desa Pamijahan, Tajur Halang, dan Sukamantri.

Para peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Karena banyak dinamika sosial yang terus terjadi di masyarakat dan berharap bahwa ada praktik langsung untuk menunjukkan bahwa komitmen kebersamaan dan solidaritas kolektif bisa dilaksanakan.

Share This

Share this post with your friends!